Pidato : Contoh Pidato ‘Hari Ibu’ Dalam Bahasa Inggris

Pidato: Contoh Pidato ‘Hari Ibu’ Dalam Bahasa Inggris Paling Lengkap

pidato-hari-ibu

Assalamu’alaikum Wr Wb.
Yang terhormat kepala sekolah SMP Negeri … …
Saya menghormati Bapak dan Ibu Guru beserta staf administrasi
Dan saya menjaga teman-teman saya dan adik-adik saya semua
Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang masih ada dan memberikan kita rahmat dan kasih sayang dari-Nya, hingga detik ini kita berada di sini, dan tak lupa shalawat dan salam kita haturkan kepada Nabi besar kita Muhammad SAW yang telah memimpin kita untuk berpesan waktu yang lebih baik dan kami selalu menunggu pembelaannya di final hari ini.
Mama, Mama, Mama, Mama, umi diberikan berbagai jenis panggilan namun tetap hanya didedikasikan untuk seseorang yang berharga dan spesial.

Sang ibu, seorang “babysitter” pilihan Tuhan yang bertugas memisahkan jiwa dan raga tanpa staf yang digaji.
Tiada kata yang dapat menjelaskan pengorbanan besar sosok hamba Tuhan yang mulia itu, hal itu tidak mungkin, kami sebagai anaknya mengira kami bisa menjawab setiap tetes peluh dan air mata. Mungkin kita pantas untuk menghormatinya selama sisa hidup kita. Pada titik ini saya ingin mengucapkan beberapa patah kata kepada ibu saya tercinta melalui pidato ini.
Semua peserta,

“Malaikat tanpa sayap”. Kalimat ini bagi saya sepertinya tidak pantas dilekatkan pada setiap ibu-ibu di dunia. Karena hanya bidadari yang selalu berbuat baik tanpa terikat syarat, sama seperti ibu yang selalu berkorban tapi tidak pernah meminta imbalan.
Tahukah Anda bahwa setiap manusia hanya memiliki kemampuan maksimal untuk menahan rasa sakit hingga 47 penyok, namun lain halnya dengan ibu pada saat lahir di bumi kita berusaha untuk melampaui batas daya tahan rasa sakit maksimal hanya 57 dell. Sudah terlihat jelas bahwa ibu kita sebenarnya adalah “malaikat tanpa sayap”.
Apakah kita berpikir, setelah semua yang “malaikat tanpa sayap” lakukan pada kita, apa yang telah kita lakukan untuk membuatnya bahagia? Apakah kita melayaninya dengan tulus dan tanpa pamrih?

Maka di “Hari Ibu” inilah saat yang tepat bagi kita untuk mengingat semua hal yang akan diberikan kepada kita dan beliau telah mengajarkan kita untuk selalu sadar bahwa “Ibu” memiliki peran yang sangat penting untuk dimainkan setiap kita adalah kita. sebagai seorang anak dan itu adalah tugas kita untuk selalu membuat ibu kita tersenyum dan bangga telah melahirkan kita.
Terima kasih ibu, terima kasih atas wawasan yang sangat mendalam tentang semua yang harus Anda lakukan. Bolehkah saya tidak menjawab, terima saja pengabdian kami, setidaknya traktir dan membahagiakanmu di hari tua.
Pertahankan kemauan para perintis karena itu akan selalu menyadarkan kita akan apa yang harus kita lakukan untuk ibu kita tercinta, dan semoga setelah Hari Ibu kita menjadi anak-anak yang lebih baik dalam merawat dan mencintai ibu kita.
Jadi pidato saya, keinginan dan kurangnya dimengerti. Terimakasih banyak.


Assalamualaikum Wr.Wb
Yang Terhormat Bpak / Ibu Kepala SMP Negeri ……
Yang saya hormati bapak dan ibu guru beserta Staff tata usaha
Dan yang saya sayangi teman-teman dan adik-adik semua

Marilah kita mengucapkan syukur syukur kepada Allah SWT yang masih dan Memberikan kita rahmat serta kasih sayang-Nya hingga detik ini kita berada disini, dan lupa pula kita haturkan shalawat serta salam serta selya di akhir hari.

Ibu, Mama, Bunda, Amak, Umi Berbagai Jenis Panggilan Yang Diberikan Namun Tetap Ditujukan Hanya Untuk Seseorang Yang Mulia dan Isttimewa.

Ibu, Seorang “babysitter” Pilihan Tuhan Yang Mengabdi Sampai Jiwa and Raganya Terpisah Tanpa Digaji.

Tiada kata and sanggup untuk menjelaskan tentang hebatnya pengorbanan tuhan tuhan yang mulia ini, tak mungkin pula kita sebagai anaknya mampu untuk membalas setiap tetesan keringat dan air mata yang telyaah dike. Mungkin Yang Pantas Kita Lakukan Adalah Memuliakannya Sampai Akhir Hayat Kita. Pada waktu yang baik ini, saya ingin menyampaikan beberapa kata untuk ibunda tercinta melalui bicara ini.

Hadirin semua,
“Malaikat tanpa sayap”. Kalimat itu menurut saya pantas disematkan kepada setiap bundabunda diseluruh dunia. Karena Hanya Malaikatlah Yang Selalu Melakukan Kebaikan Tanpa Pamrih, Seperti Halnya Ibunda Yang Selalu Berkorban Namun Tak Pernah Meminta Imbalan.

Apakah Anda mengetahui, bahwa setiap manusia memiliki kemampuan maksimal dalam menahan rasa sakit sebanyak 47 dell, tetapi lain halnya dengan ibunda saat berjuang melahirkan kita kedunia yang sampai melewati sabana sampai “sampai” sabana “sampai”, “sayap” sampai , “sayap”.

Mari kita renungkan, setelah semua yang telah diperbuat oleh “malaikat tanpa sayap” kita ini, apakah yang telah kita lakukan untuk membuat bahagia? dedikasi kita mengabdi untuknya dengan tulus dan tanpa pamrih?

Oleh karena itu, “Hari Ibu” adalah saat yang tepat bagi kita untuk mengingat semua yang telah diberikan dan diajarkan kepada kita, juga saat yang tepat untuk selalu menyadari bahwa “Ibu” adalah seseorang yang bagi kita masing-masing memiliki peran yang sangat penting. sebagai anak-anak dan adalah tugas kita untuk selalu membuat ibu kita tersenyum dan bangga dengan kenyataan bahwa kita dilahirkan.

Terima kasih ibu, terima kasih banyak untuk semua yang telah Anda lakukan. Saya tidak bisa menjawab sepenuhnya, terima saja komitmen kami untuk menjagamu dan membahagiakanmu di masa tua nanti.

Selalu pikirkan pelayanannya karena akan selalu membuat kita sadar apa yang harus kita lakukan untuk ibu tercinta dan semoga setelah “Hari Ibu” ini sebagai anak kita akan lebih baik dalam memperlakukan dan mencintai ibu kita.

Itu saja pidato saya, mohon dimaklumi lebih dan kurang. Terimakasih banyak.

Semoga bermanfaat untuk sahabat KBI semua

Sumber :