5 Fakta Dugaan Kebocoran Data 17 Juta Pelanggan PLN

Sorotan tertuju pada dugaan kebocoran data pelanggan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Menurut laporan, 17 juta data pelanggan PLN bocor.

5 Fakta Dugaan Kebocoran Data 17 Juta Pelanggan PLN

Seperti dilansir Suara.com, kebocoran data pelanggan PLN ini ditawarkan dan dijual oleh seseorang di forum hacker.

5-Fakta-Dugaan-Kebocoran-Data-17-Juta-Pelanggan-PLN

Baca juga:
– Pakar Keamanan Cyber: Kebocoran Data Pelanggan IndiHome Benar-Benar Terjadi
– Dugaan kebocoran data pelanggan 17 juta, Kominfo panggil manajemen PLN
– Selidiki dugaan kebocoran data pelanggan Indihome, Kominfo panggil manajemen Telekom
– Selama tahun 2021, Kominfo akan mengambil tindakan dalam 43 kasus kehilangan data

 

Pesan ini ramai setelah seorang pengguna melaporkan dugaan penjualan lebih dari PLN 17 juta data pelanggan di Twitter.

Berdasarkan tangkapan layar yang dibagikan, menunjukkan situs forum peretas broken.to dengan akun bernama “loliyta” yang mengaku menjual data pengguna PLN.

Mengutip laman forum hacker, beberapa data pelanggan PLN yang akan dijual antara lain Field ID

, ID Pelanggan, Nama Pelanggan, Jenis Energi, KWH, Alamat Rumah, Nomor Meteran, Jenis Meteran hingga Nama Unit UPI.

Dugaan kebocoran data tersebut menyusul unggahan ke web gelap oleh akun bernama Toshikana, yang menjual dokumen penting seperti laporan keuangan seharga US$50.000, atau sekitar Rs.743 juta.

Berikut fakta dugaan kebocoran data pelanggan PLN yang dirangkum tim HiTekno.com.
Didukung oleh GliaStudio

1. Data lama

Seorang tersangka penjual menyatakan bahwa data yang dia jual adalah identitas pelanggan, alamat pelanggan, nama lengkap pelanggan dan jumlah pemakaian listrik dalam kWh dan jenis energi. Data yang dimaksud bukanlah data yang sudah ada atau terkini, melainkan data lama.

Penjual memberikan 10 sampel data dari sekitar 17 juta keping informasi yang dia miliki. Jika pembeli kemudian tertarik, maka terjadilah transaksi jual beli.

2. Replikasi Data

Menurut juru bicara PLN Gregorius Adi Trianto, data yang dikelola PT PLN aman. Data yang beredar adalah data replikasi, bukan data aktual, dan tidak lagi diperbarui. Ia juga memastikan server data PLN aman.

3. PLN menerapkan pengamanan berlapis

Juru bicara PLN mengatakan PLN telah menerapkan dan terus menerapkan Keamanan Berlapis bersama dengan Badan Siber dan Sandi Negara atau yang sering disingkat BSSN. Langkah ini berfungsi untuk memperkuat dan melindungi data pelanggan.

4. Informasi menonjol setelah tangkapan layar

Publik dihebohkan setelah screenshot bocoran data PLN tersebut beredar di broken.to, Kamis (18/08/22).

Akun tersebut mengunggah sekitar 17 juta PLN data pelanggan dengan rincian seperti informasi identitas pelanggan, alamat pelanggan, nama lengkap pelanggan dan jumlah pemakaian listrik dalam satuan kWh dan jenis energi.

5. Kementerian Komunikasi dan Informatika menghubungi PLN

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memanggil manajemen PLN pada Sabtu (20/8/2022) untuk meminta keterangan terkait dugaan kebocoran data 17 juta pelanggan.

Terkait informasi dugaan pengungkapan data pribadi klien PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) secara tidak sah, Direktur Jenderal Aplikasi Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika merilis informasi dugaan kebocoran data pada Sabtu, 20 April lalu. ” kata pernyataan itu. Direktur Umum Aptika Kemkominfo, Semuel A.

Kominfo mengatakan PLN saat ini sedang mengevaluasi sistem keamanan PLN.

“PLN juga menyampaikan bahwa sistem operasi IT PLN masih dalam keadaan aman dan pelayanan publik masih berjalan dengan baik,” lanjut Semmy.

Inilah lima fakta tentang dugaan kebocoran data pelanggan PLN yang saat ini menjadi sorotan.

Baca Juga :

https://altech.co.id/